PROMEDIACYBER – Di tengah riuhnya ASEAN Sustainable Urbanisation Forum (ASUF) 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia, sebuah momen hangat terjadi. Wali Kota Tomohon, Caroll J. A. Senduk, S.H., bersama Ketua DPRD Tomohon, Ferdinand Mono Turang, S.Sos., bertatap muka dengan City Councilor Baguio City, Filipina, ATTY. Elmer O. Datun.Rabu (1308)
Pertemuan itu bukan sekadar obrolan singkat di sela agenda resmi. Ada senyum yang tulus, jabat tangan hangat, dan rasa saling memahami. Maklum, Tomohon dan Baguio punya “darah” yang sama: udara sejuk pegunungan, pesona alam yang menenangkan, dan festival bunga yang memikat dunia.
Baguio City dikenal dengan The Panagbenga Festival, festival bunga penuh warna yang setiap tahun memikat ribuan wisatawan. Tomohon pun punya Tomohon International Flower Festival (TIFF) yang tak kalah mempesona. Kesamaan inilah yang membuat keduanya merasa seperti bercermin satu sama lain.
“We appreciate for this meeting. We are very happy and proud to be part of Sister City with Tomohon,” ujar Mr. Datun sambil tersenyum lebar. Kalimat yang diterjemahkan menjadi, “Kami senang dan bangga bisa menjadi bagian dari kota kembar dengan Tomohon.”
Wali Kota Caroll Senduk membalas dengan rasa syukur. “Pertemuan ini adalah awal untuk mewujudkan Sister City. Ini bentuk kerja sama G to G di bidang pariwisata dan industri florikultura,” katanya.
Pertemuan yang difasilitasi Dr. Aisa Tobing, Deputy Secretary General Citynet Asia Tenggara, ini diharapkan menjadi pintu pembuka pertukaran budaya, promosi pariwisata, dan kolaborasi ekonomi berbasis florikultura.
Jika kesepakatan terwujud, maka dua kota yang terpisah ribuan kilometer ini akan diikat oleh bunga, lambang keindahan, persahabatan, dan harapan yang terus mekar.






